Jombang, 25 Oktober 2025 — Suasana penuh semangat mewarnai Aula STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang, Rasa haru meliputi saat menerima Surat Keputusan (SK) izin penyelenggaraan dua program studi baru Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) dan Sarjana Tadris Bahasa Inggris (S1). Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag.
Kegiatan ini dihadiri pimpinan dan perwakilan delapan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Jawa Timur penerima SK baru, antara lain STIS Darul Falah Bondowoso, STIQ Walisongo Situbondo, Sekolah Tinggi Islam Blambangan Banyuwangi, Institut Teknologi Surabaya, STIT Masbuhin Faqih Bojonegoro, STIS Nurul Qarnain Jember, serta STIT Ambarsari Togo Bondowoso.
Dalam sambutannya, Dr. Hj. Zahrotun Ni’mah Afif, M.Pd., selaku Ketua STIT Al Urwatul Wutsqo Jombang, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Agama.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan mutu akademik dan kelembagaan. Bismillah, dari STIT kami bersiap menuju Institut Agama Islam Al Urwatul Wutsqo, bahkan ke depan tidak menutup kemungkinan menuju Universitas Al Urwatul Wutsqo Jombang,” ungkapnya penuh keyakinan.
Sementara itu, Dr. Arif Mansyuri, M.Pd., Tim Ahli Kopertais Wilayah IV Surabaya, mengingatkan pentingnya tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Digitalisasi sistem akademik, peningkatan kompetensi dosen, dan inovasi pembelajaran harus menjadi fokus utama agar PTKIS mampu bersaing di era global,” ujarnya.
Acara dilanjut dengan kuliah umum bertema “Pengembangan Akademik yang berkualitas dan unggul”, Prof. Dr. Suyitno M.Ag. menegaskan bahwa PTKIS harus menjadi pelopor perubahan melalui penguatan mutu dan kemandirian kelembagaan.
“Kunci daya saing pendidikan tinggi ada pada sumber daya manusianya. Dosen dan tenaga kependidikan harus terus mengembangkan kompetensi, baik dalam pedagogi, riset, maupun literasi digital, serta penguatan Tridharma yang integratif akan melahirkan budaya akademik yang sehat dan inovatif, sehingga PTKIS tidak hanya mencetak lulusan berijazah, tetapi juga berdaya cipta dan berdaya guna bagi masyarakat.” tegasnya.
Ia juga mendorong PTKIS untuk mengelola potensi zakat, infak, dan wakaf secara produktif sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian kampus. “Filantropi Islam dapat menjadi pilar penting dalam mendukung riset, beasiswa, dan pengembangan akademik,” tambahnya.
Acara diakhiri dengan doa bersama, penyerahan cenderamata, dan foto bersama.







