Jombang — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Urwatul Wutsqo (STIT-UW) menegaskan kembali komitmennya dalam membangun budaya keuangan yang berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam. Melalui paparan yang disampaikan oleh Dr. Hj. Zahrotun Ni’mah Afif, S.H.I., M.Pd., kampus ini mengusung konsep Reframing Asas-Asas Keuangan sebagai pijakan menuju terwujudnya Kampus Perjuangan Al-Qur’an.
Dalam pemaparannya, Dr. Zahrotun menekankan bahwa biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi siapapun untuk menuntut ilmu. “Tiada biaya bukan penghalang mencari ilmu,” tegasnya. Menurutnya, pendidikan harus bisa diakses oleh semua kalangan demi melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Membiayai Ilmu Sebagai Jihad Fisabilillah
Ditekankan pula bahwa pembiayaan pendidikan dalam Islam memiliki nilai spiritual yang tinggi. Mengutip Q.S. At-Taubah ayat 41, Dr. Zahrotun menyampaikan bahwa membiayai perjuangan ilmu merupakan bagian dari jihad fisabilillah, yang dijanjikan balasan berlipat ganda oleh Allah SWT.
“Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk menuntut ilmu bukan sekadar transaksi, tetapi investasi akhirat,” ujarnya.
Transparansi Menjadi Fondasi Pengelolaan Dana
STIT-UW juga menerapkan asas transparansi dan kejelasan dalam setiap aktivitas keuangan kampus. Hal ini sejalan dengan perintah Al-Qur’an agar setiap amanah disampaikan kepada yang berhak (Q.S. An-Nisa: 58) dan larangan mengkhianati amanah (Q.S. Al-Anfal: 27).
Pengelolaan dana kampus dibagi secara jelas, meliputi:
Dana yang dikelola kampus, seperti uang pendaftaran dan infaq.
Dana yang dikelola panitia, seperti biaya wisuda, PPL, KKN, jas almamater, dan kegiatan lainnya.
Pembagian ini dimaksudkan agar mahasiswa dan orang tua memahami alur dana secara terbuka tanpa ada unsur penyembunyian.
Menjunjung Kesederhanaan, Manfaat, dan Kemudahan
Asas keempat yang ditekankan ialah kesederhanaan, manfaat, dan kemudahan. STIT-UW berupaya menghadirkan sistem keuangan yang tidak memberatkan mahasiswa, sejalan dengan prinsip Islam bahwa Allah menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan.
Dalam hadis juga dijelaskan bahwa Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Prinsip ini menjadi dorongan bagi kampus untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada para penuntut ilmu.
Menjadi Kampus Pelahir Generasi Pejuang Al-Qur’an
Di akhir pemaparannya, Dr. Zahrotun berharap asas-asas keuangan ini mampu melahirkan generasi pejuang Al-Qur’an yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mengamalkan dan mengajarkan nilai Al-Qur’an kepada masyarakat luas.
“Semua harus dapat menuntut ilmu. Dari sini kita memulai perjuangan menuju masyarakat yang berakhlak Qur’ani dan memberi manfaat bagi semesta.”
Dengan demikian, STIT-UW terus memperkuat langkahnya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengedepankan amanah, transparansi, serta nilai-nilai perjuangan dalam rangka membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.







