PBAK IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Baru Diajak Cintai Ilmu dan Bangun Kemandirian Akademik

Jombang, 23 Agustus 2026 – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam (IAI) Al Urwatul Wutsqo Jombang Tahun 2026 resmi dibuka. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk memahami budaya akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pola belajar di perguruan tinggi yang menuntut kemandirian, kemampuan berpikir kritis, dan tanggung jawab akademik.

Pembukaan PBAK diawali dengan sambutan Wakil Rektor III IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang, Dr. Hj. Chumaidah, Syc., M.Pd.I. Ia memberikan arahan kepada mahasiswa baru agar mengikuti seluruh rangkaian PBAK dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, PBAK tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan kampus, tetapi menjadi tahap awal untuk membangun kesiapan mahasiswa dalam memasuki kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

lebih lanjut Dr. Hj Chumaidah Syc, M.Pd.I, perlu mulai membangun pola belajar yang lebih mandiri, berpikir kritis, aktif berdiskusi, serta mampu mengembangkan potensi diri. Kehidupan perguruan tinggi menuntut mahasiswa tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga memiliki inisiatif untuk mencari, membaca, memahami, dan mengembangkan pengetahuan secara mandiri.

Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula pesan Rektor IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang, Dr. Hj. Zahrotun Ni’mah Afif, S.H.I., M.Pd., kepada mahasiswa baru:

“Cintailah ilmu, karena ilmu bukan hanya untuk menjadikan kita pintar, tetapi juga untuk membentuk pribadi yang berkarakter, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa ilmu tidak hanya bertujuan meningkatkan kecerdasan, tetapi juga membentuk mahasiswa yang berkarakter, berakhlak, dan mampu mengamalkan ilmu dalam kehidupan nyata. Pada akhirnya, ilmu diharapkan tidak hanya menjadi bekal bagi keberhasilan individu, tetapi juga menjadi sarana untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Muhammad Ya’qub (YAMUYA), Drs. KH. Muhamadu, menekankan adanya perubahan pola belajar dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

“Ketika masih MI, banyak bermain. MTs mulai ada pengajaran dan bermain. MA pengajaran lebih penuh. Tetapi ketika menjadi mahasiswa, harus belajar sendiri.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar pula tanggung jawab peserta didik terhadap proses belajarnya. Jika pada jenjang sebelumnya proses belajar masih banyak mendapatkan pendampingan guru, maka mahasiswa dituntut mampu mengembangkan kemandirian akademik melalui membaca, mencari referensi, berdiskusi, dan memperluas wawasan.

Selain aspek akademik, Ketua Yayasan juga mengingatkan pentingnya membaca, menjaga shalat, serta meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Kuliah tidak hanya diarahkan untuk memperoleh gelar, tetapi juga menjadi proses pembentukan pengetahuan, karakter, dan kesiapan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Pembukaan PBAK kemudian ditandai dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dipimpin Ketua Senat IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang, Dr. Hj. Mihmidati Ya’qub, M.Pd.I. Momentum tersebut menjadi awal perjalanan mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang.

Melalui PBAK 2026, mahasiswa baru diharapkan mampu membangun paradigma belajar yang lebih dewasa: tidak hanya menunggu untuk diajari, tetapi aktif mencari ilmu; tidak hanya menerima informasi, tetapi mampu berpikir kritis; serta tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan tanggung jawab sebagai insan akademik.