
Jombang, 5 Oktober 2026 – Fakultas Dakwah Institut Agama Islam (IAI) Al Urwatul Wutsqo Jombang menggelar Pembekalan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu melaksanakan kegiatan MBKM secara profesional, beretika, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Sekretaris Program Studi BPI, Elysa Nurul Qomaria, M.Pd.I., dalam arahannya menyampaikan pesan Kaprodi BPI, Dr. Juliane Kamelia Riza, M.Psi., agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater selama mengikuti kegiatan MBKM. Mahasiswa diharapkan melaksanakan praktik kerja dengan sungguh-sungguh, menunjukkan identitas sebagai mahasiswa IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang, serta tetap menjaga akhlak dan tata krama di lingkungan tempat kegiatan. Menurutnya, kegiatan MBKM bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman, mengembangkan kompetensi, serta membangun kepekaan sosial.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah, Dr Nurul Indana, M.Pd.I., menjelaskan bahwa MBKM memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Dalam pelaksanaannya, MBKM Prodi BPI diarahkan pada kegiatan praktik kerja di Kantor Urusan Agama (KUA) dan sekolah, serta kegiatan pendampingan, penyuluhan, dan pengabdian yang relevan dengan kompetensi Bimbingan dan Penyuluhan Islam.
Indana menambahkan bahwa pelaksanaan MBKM Fakultas Dakwah ini merupakan program perdana sehingga membutuhkan persiapan yang matang. Mahasiswa perlu menyusun proposal yang menjelaskan bentuk kegiatan, konsep pelaksanaan, serta capaian yang akan diperoleh. Program MBKM dilaksanakan selama tiga bulan dengan konversi 10 SKS, sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.

Dr. Ali Mustofa, M.Pd.I. sebagai pemateri Etika dan Profesionalisme Budaya Kerja. Ia menekankan bahwa amanah yang diberikan program studi harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, semangat pengabdian dibangun dari prinsip “apa yang saya berikan, bukan apa yang saya dapatkan”. Prinsip tersebut menjadi dasar penting bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi terbaik selama mengikuti kegiatan MBKM.
lebih lanjut Dr. Ali Mustofa, M.Pd.I, juga mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya menyesuaikan penampilan, sikap, dan tata krama dengan lingkungan tempat kegiatan. Khusus bagi mahasiswa BPI, kegiatan MBKM diarahkan untuk membangun karakter melalui pelayanan yang empatis, integrasi dan amanah umat, serta advokasi dan sosialisasi. Hal tersebut menjadi bagian dari pembentukan kompetensi mahasiswa sebagai calon profesional di bidang Bimbingan dan Penyuluhan Islam.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan MBKM perlu bertumpu pada tiga pilar utama, yakni 1. Ilmu dan keterampilan, 2. Etika dan pengabdian, serta 3. Tanggung jawab dan profesionalisme penyuluhan. Ketiga aspek tersebut diharapkan berjalan secara seimbang sehingga mahasiswa tidak hanya mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga memiliki sikap profesional dan kepedulian sosial, tuturnya.
Kegiatan pembekalan MBKM diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Sapto Hudaya, M.Pd. Doa menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus menjadi harapan agar pelaksanaan MBKM Prodi BPI dapat berjalan lancar, memberikan pengalaman bermakna, serta membawa manfaat bagi mahasiswa dan lembaga mitra.

Melalui kegiatan pembekalan ini, Fakultas Dakwah IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang berharap mahasiswa BPI mampu menjadikan MBKM sebagai ruang untuk mengembangkan ilmu, keterampilan, etika, profesionalisme, dan jiwa pengabdian. Dengan demikian, pengalaman di lapangan tidak hanya memberikan tambahan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa yang siap memberikan pelayanan dan kontribusi positif bagi masyarakat.




