
Institut Agama Islam Al-Urwatul Wutsqo (IAI UW) Jombang terus berupaya menumbuhkan kemandirian ekonomi institusi melalui pengembangan kewirausahaan kampus. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan studi tiru (benchmarking) di bidang entrepreneur ke Universitas Islam Internasional (UII) Dalwa, Pasuruan.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi IAI UW Jombang untuk menggali pengalaman, strategi, serta praktik baik dari UII Dalwa dalam mengembangkan berbagai unit usaha produktif. Rombongan IAI UW Jombang dipimpin langsung oleh Rektor, Dr. Hj. Zahrotun Ni’mah Afif, S.HI., M.Pd., dengan melibatkan unsur pimpinan, dosen, koordinator kewirausahaan, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengabdian Masyarakat, Assoc. Prof. Dr. Imaduddin, M.Pd.; Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional, Ustadz Dr. Akhmad Fauzi Hamzah, M.Pd.; serta tim ekonomi UII Dalwa.
Dalam sesi pertemuan, Rektor IAI UW Jombang menyampaikan bahwa studi tiru ini diarahkan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi dengan pengembangan akademik dan ekonomi institusi.
Salah satu target konkret yang ingin diwujudkan adalah pembentukan Laboratorium Entrepreneur Program Studi Ekonomi Syariah (ES). Laboratorium ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat praktik dan pembelajaran kewirausahaan bagi mahasiswa, tetapi juga berkembang menjadi divisi usaha kampus yang produktif serta memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan institusi.
“Dengan adanya laboratorium entrepreneur, mahasiswa dapat belajar sekaligus mempraktikkan dunia usaha secara langsung. Ke depan, laboratorium ini diharapkan berkembang menjadi unit bisnis kampus yang berdampak bagi dosen, mahasiswa, dan masyarakat,” ungkapnya.
Assoc. Prof. Dr. Imaduddin, M.Pd., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengabdian Masyarakat, kemudian memaparkan profil UII Dalwa beserta berbagai unit usaha yang dikelolanya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UII Dalwa, Assoc. Prof. Dr. Ali Zainal Abidin Bilfaqih, M.Pd., CIQaR., CIRK., CIE, dalam pemaparannya menekankan bahwa membangun kemandirian dan mencapai keberhasilan membutuhkan perjuangan, ketekunan, serta keberanian untuk memulai.
“Tidak ada pencapaian besar yang datang cuma-cuma. Rasa sakit, lelah, dan penderitaan itu ibarat sesuatu yang harus dibayar di awal,” tegasnya.
Ia mengibaratkan perjuangan membangun usaha seperti seseorang yang sedang dikejar singa. Dalam situasi tersebut, seseorang tidak memiliki banyak waktu untuk berhenti mengeluh atau meratapi kelelahan. Pilihannya hanya satu, yakni terus berlari ke depan.
Pesan tersebut menggambarkan bahwa keberhasilan sebuah usaha membutuhkan mentalitas yang tangguh, konsistensi, dan keberanian mengambil langkah nyata. Ia juga mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam menjalani proses, meskipun kenyataan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Tinjauan Lapangan dan Tiga Pilar Penting Didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional, Dr. Akhmad Fauzi Hamzah, M.Pd., rombongan IAI UW Jombang berkesempatan meninjau langsung beberapa unit usaha UII Dalwa, di antaranya Dalwa Chicken, Dalwa Mart, Dalwa Hotel, Dalwa Mall, Dalwa Travel, dan sejumlah unit usaha lainnya.
Keberadaan berbagai unit usaha tersebut memberikan gambaran nyata bahwa pengembangan kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi dapat dilakukan secara terintegrasi dengan mengoptimalkan potensi institusi serta membangun unit bisnis yang saling mendukung.
Lebih lanjut, Ali Zainal Abidin menjelaskan tiga pilar penting yang harus diperkuat dalam membangun institusi dan kemandirian usaha, yaitu:
- Kekompakan
- Penguatan SDM dan Akademik
- Penguatan Ekonomi
Merumuskan Langkah Konkret Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, Wakil Rektor II IAI UW Jombang, Dr. Hj. Qurrotul ‘Ainiyah, M.H.I., turut memaparkan kondisi, potensi, serta sumber daya yang dimiliki oleh IAI UW Jombang. Berbagai potensi tersebut didiskusikan bersama untuk mengidentifikasi peluang usaha yang dapat dikembangkan menjadi proyek rintisan unit bisnis kampus.





