Fakultas Tarbiyah IAI UW Jombang Sukses Gelar Yudisium, Rektor Tekankan Pentingnya Ilmu yang Dilandasi Akhlak

Jombang, 28 September 2026 – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al Urwatul Wutsqo Jombang menggelar Yudisium sebagai momentum akademik sekaligus awal bagi perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu di tengah masyarakat. Suasana penuh haru dan kebanggaan terasa ketika para mahasiswa menerima pengakuan atas capaian akademik yang telah mereka tempuh.. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 161 mahasiswa, terdiri atas 110 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 51 mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh dosen, pimpinan, dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan. Ia juga mengajak seluruh peserta yudisium untuk tidak berhenti belajar dan terus melanjutkan perjuangan Al-Qur’an dan mengamalkan ilmu ditengah masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah, Abah KH Basyir Baick, M.Fill., berpesan agar para lulusan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi sesama. “Jadilah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian di dunia, tetapi bagaimana kita mampu meraih sukses dan bahagia di dunia serta di akhirat,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Rektor IAI UW Jombang, Dr. Hj. Zahrotun Ni’mah Afif, S.HI., M.Pd., mengungkapkan syukur dan bangga kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Rektor juga mengajak lulusan untuk tetap menjaga hubungan dengan almamater sekaligus memperkenalkan nilai-nilai dan identitas IAI Al Urwatul Wutsqo kepada masyarakat.

Beliau juga mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, terutama hadirnya Artificial Intelligence (AI). Kemajuan teknologi tersebut perlu disikapi secara bijak karena gelar akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan zaman apabila tidak dibarengi dengan akhlak.

Rektor mengingatkan pentingnya adab sebagai fondasi dalam menuntut dan mengamalkan ilmu. Ia mengisahkan keteladanan ibunda Imam Malik, ‘Āliyah binti Syarīk, yang ketika mengarahkan putranya untuk belajar kepada Rabi‘ah bin Abdurrahman berpesan, “Pergilah kepada Rabi‘ah, dan pelajarilah adabnya sebelum mempelajari ilmunya.” Kisah tersebut menunjukkan bahwa dalam tradisi keilmuan Islam, pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak dan keteladanan.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berlangsung melalui penyampaian ilmu secara lisan, tetapi juga melalui keteladanan dalam sikap dan tindakan. Pesan tersebut menjadi penting bagi para lulusan PAI dan MPI yang akan terjun ke dunia pendidikan dan masyarakat, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin dinamis.

Sementara itu, orasi ilmiah disampaikan oleh Dra. Mimin Mintarsih, Ketua PCI Muslimat NU Malaysia periode 2024–2029. Dalam orasinya, ia mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga hubungan dengan almamater dan tidak berhenti berkontribusi setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

“Sesibuk apa pun nanti dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan, jangan lupa dengan almamater. Almamater adalah bagian dari perjalanan kita yang tidak boleh dilupakan.”

Dra. Mimin juga mendorong para lulusan untuk tidak hanya berorientasi pada pengembangan diri melalui pembelajaran akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi dan kehidupan bermasyarakat.

“Jangan hanya fokus belajar, tetapi juga fokus pada organisasi dan masyarakat. Dari organisasi kita belajar berkomunikasi, bekerja sama, memimpin, dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.”

Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang pembelajaran yang melengkapi kompetensi akademik. Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan berkontribusi di tengah masyarakat

Doa rangkain akhir Yudisium yang dipimpin Drs. KH. Muhammadu Ya’qub, Beliau berpesan mengajak para lulusan untuk mampu membaca perubahan dan melakukan pemetaan terhadap tantangan yang dihadapi dalam kehidupan maupun dunia pendidikan.

“Kita harus mampu melakukan analisis SWOT. Kenali kekuatan dan kelemahan kita, kemudian lihat peluang dan tantangan yang ada. Dengan begitu, langkah yang kita ambil setelah lulus menjadi lebih terarah.”

Yudisium Fakultas Tarbiyah IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang akhirnya tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi menjadi ruang refleksi tentang makna pendidikan, ilmu, akhlak, organisasi, dan pengabdian. Sebanyak 161 lulusan PAI dan MPI kini memasuki fase baru kehidupan dengan membawa bekal akademik sekaligus pesan moral dari para pimpinan dan tokoh yang hadir.